ALBIRRU

Lalat buah (Bactrocera) adalah hama yang banyak menyerang buah-buahan dan sayuran, termasuk tanaman cabai. Serangan lalat buah diperkirakan mencapai 4.790 ha dengan kerugian Rp21,99 miliar. Lalat buah merupakan salah satu hama penyebab gagalnya panen buah

ALBIRRU

Cabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia

ALBIRRU

Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun istilah "hama" dapat digunakan untuk semua organisme, tetapi istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan. Organisme yang bersifat invasif juga merupakan hama

ALBIRRU

Sayur atau sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan nabati yang biasanya mengandung kadar air yang tinggi, yang dapat dikonsumsi setelah dimasak atau diolah dengan teknik tertentu, atau dalam keadaan segar. Istilah untuk kumpulan berbagai jenis sayur adalah sayur-sayuran atau sayur-mayur

ALBIRRU

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pupuk organik diartikan sebagai zat hara tanaman yang berasal dari bahan organik

Tampilkan postingan dengan label pemupukkan dan pengolahan lahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemupukkan dan pengolahan lahan. Tampilkan semua postingan

Cara aktivasi tricoderma

Cara aktivasi tricoderma Anfush



Tujuannya = agar mikroba yg aktif bertambah banyak
Bahan:
1. Anfush = 100 gr
2. Kentang = 100 gr
3. Gula = 100 gr
4. Air hujan sbg pengencer = 1.800 ml
Cara pembuatan :
Potong kentang menjadi kecil, kemudian direbus dengan air sebanyak 500 MI selama 15 menit. Kemudian diblender dengan air rebusannya sampai halus.
Kemudian Gula sebanyak 100 gram, anfush 100 gram di campur, kentang yang udah diblender dan air sebanyak 1.300 ml dicampur menjadi satu dalam ember di aduk sampai gulanya larut, kemudian di tutup dan di frekmentasi selama 5 hari.
Dosis untuk dikocor cabe :
10-20 liter per Ha
Atau
20ml-40ml (trichoderma yg sudah diaktifasi) /10L air
Trico yg sudah di aktivasi Hanya bertahan 1 bulan, jadi buat secukupnya.
Semoga bermanfaat

pembelian anfush Link shopee

Berbagai Cara Pemupukan Tanaman Budidaya

Hai Sahabat Albirru...

Pemupukan dilakukan dengan tujuan memberikan suplementasi nutrisi tambahan pada tanah, yang nantinya akan diserap oleh tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung, guna mendukung proses metabolisme vegetasi.

Nutrisi yang diperlukan terdiri dari makronutrien seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta mikronutrien seperti sulfur, kalsium, magnesium, besi, tembaga, seng, dan elemen lainnya.Pemupukan dapat dilaksanakan melalui dua metode, yakni melalui sistem akar dan sistem daun.

Pemupukan melalui akar dilakukan dengan tujuan memberikan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman pada tanah.

Secara umum, pemberian pupuk melalui akar dapat dilakukan dengan metode disebut sebagai disebar (broadcasting), ditempatkan dalam lubang (spot placement), atau disusun dalam larikan atau barisan (ring placement).

Pemberian pupuk melalui daun dapat dilakukan dengan cara penyemprotan.

Aplikasi pemberian pupuk pada tanaman semusim dan tahunan bersifat berbeda. Dalam tanaman semusim seperti kacang-kacangan, sayuran, padi, jagung, dan tanaman lainnya, metode pemupukan umumnya dilakukan melalui penyebaran, penyemprotan di lubang tanam, atau larikan.

Pada tanaman tahunan seperti tanaman buah-buahan, kopi, teh, kakao, kelapa, dan lainnya, metode yang digunakan adalah penempatan cincin.Berikut adalah metode-metode pemupukan yang lazim diterapkan dalam budidaya tanaman.

1.       Televising

Pemupukan dengan metode penyebaran diaplikasikan ketika penanaman dilakukan secara rapat dan teratur dalam barisan, seperti yang biasa diterapkan pada tanaman padi.

Tersebutnya metode ini sesuai untuk tumbuhan yang memiliki sistem perakaran dangkal, pada tanah yang memiliki kesuburan yang memadai, serta pada dosis pemupukan yang tinggi.

Metode ini juga dapat diimplementasikan saat proses pengolahan lahan dengan memberikan pupuk kandang sebelum penanaman di area yang telah disiapkan.

Keuntungan pemberian pupuk secara penyemaian adalah efisiensi waktu dan tenaga yang lebih besar, serta kemudahan aplikasi dalam proses pemupukan tanaman budidaya.

Di sisi lain, kekurangan dalam metode ini adalah adanya risiko penguapan atau volatilisasi amonium (NH4) menjadi gas amonia (NH3), yang dapat merangsang pertumbuhan gulma.

 

2.       Placement of the ring

Pupuk disebarkan di antara barisan tanaman dan kemudian diselimuti kembali dengan lapisan tanah.

Penempatan cincin umumnya digunakan pada tanaman tahunan dengan cara menaburkannya mengelilingi tanaman dengan jarak yang sejajar dengan daun terluas (tajuk daun), kemudian menutupnya kembali dengan tanah.

Metode ini dapat diterapkan ketika jarak tanaman tidak padat, kesuburan tanah rendah, dan pertumbuhan akar tanaman terbatas.

Manfaat aplikasi secara larikan atau barisan adalah mempermudah tanaman mengambil nutrisi pupuk dan mengurangi kemungkinan kehilangan nutrisi pupuk.

Namun, kelemahan aplikasi ini termasuk rendahnya kesuburan tanah jika dosis pupuk terbatas dan ketidakmerataan penyebaran pupuk

 

3.       Placement of spots

Caranya adalah dengan membuat lubang di samping tanaman dengan kedalaman sekitar 5-10 cm, lalu memasukkan pupuk ke dalam lubang tersebut, kemudian menutupnya dengan tanah.Penerapan aplikasi pupuk secara penempatan titik dapat dilakukan ketika jarak tanam mencukupi. Pemberian pupuk pada tanaman jagung dapat dilakukan dengan menggunakan metode ini.Salah satu keunggulan pemberian pupuk dengan metode penempatan titik adalah bahwa pupuk tidak rentan menguap dan diterapkan secara langsung ke dekat akar tanaman.
Kelemahan yang terdapat adalah lamanya waktu yang diperlukan serta pengaturan takaran pupuk untuk mencapai konsistensi yang seragam pada setiap lubang tanam.

Pemupukan melalui daun, atau secara teknis dikenal sebagai aplikasi foliar, merujuk pada metode pemberian pupuk yang larut dalam air dengan tingkat konsentrasi yang sangat rendah. Selanjutnya, campuran tersebut kemudian disemprotkan secara langsung pada daun tanaman menggunakan alat semprot manual konvensional, seperti hand sprayer.

Apabila luas area budidaya bertambah, disarankan untuk menggunakan alat semprot knapsack. Aplikasi tersebut dilakukan pada bagian inferior daun dengan tujuan memastikan bahwa nutrisi dapat diserap dengan lebih efisien melalui stomata daun.

Demikianlah beberapa metode pemupukan yang umum digunakan untuk memelihara tanaman budidaya, diharapkan dapat memberikan manfaat.

5 Cara Mengolah Tanah untuk Lahan Pertanian

5 Cara Mengolah Tanah untuk Lahan


 

 


Hai Sahabat Albirru….

Berikut adalah lima teknik pemrosesan tanah yang biasa digunakan oleh petani untuk pertanian.

1.     1. Clearing of land

Langkah awal dalam mempersiapkan tanah pertanian adalah dengan melakukan pembukaan lahan atau sering juga disebut sebagai land clearing atau melakukan pembersihan lahan manual. Biasanya saat membersihkan lahan, banyak orang akan terlibat, terutama jika lahan yang harus dibersihkan cukup luas. Alat yang dipergunakan juga cukup sederhana seperti cangkul, parang, sabit, dan sejenisnya. Hinggah kini, seiring berjalannya waktu, proses pembersihan lahan juga dilakukan dengan bantuan mesin pertanian, seperti traktor. Dengan demikian, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa memerlukan tenaga yang terlalu besar. Setelah lahan disiapkan dengan baik, barulah dapat ditanami dengan berbagai jenis tanaman pertanian.

2.     2. Penggaruan tanah

Cara mempersiapkan tanah ini sebenarnya hampir mirip dengan metode land clearing, tetapi lebih fokus pada penggunaan alat tradisional seperti garu dan cangkul. Tujuannya adalah untuk meratakan gundukan tanah yang keras di lahan tersebut. Apabila gumpalan tanah telah terurai dengan rata, ia akan menjadikan struktur dan tekstur tanah lebih sesuai untuk ditanami tanaman dengan lebih lancar. Sebaiknya dilakukan pemupukan terlebih dahulu sebelum melakukan penggaruan tanah, menurut para ahli pertanian. pemberian Pupuk yang dimaksud di sini adalah baik pupuk organik atau  pupuk anorganik. Ketika terjadi penggemburan tanah, pupuk akan teraduk secara merata pada lapisan tanah yang sudah disiapkan.

3.     3. Pemupukan

dilakukan untuk memberikan nutrisi tambahan pada tanaman.Selanjutnya dalam proses penyiapan tanah untuk lahan pertanian adalah melaksanakan pemupukan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesuburan unsur hara di dalam tanah tersebut. Jika pemupukan dilakukan lebih awal, ini akan mendorong akar untuk tumbuh lebih dalam. Terdapat baiknya menggunakan pupuk yang telah direkomendasikan.Sebagai contoh, untuk pupuk makro tunggal seperti Urea, SP36, dan juga pupuk makro majemuk seperti NPK 15 yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Anda juga dapat mengaplikasikan pupuk kandang. Jika tanah diketahui berasam saat pemupukan, tambahkan kapur dolomit dengan menaburkannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat keasaman tanah di lahan pertanian.

4.      4. Pembajakkan tanah

Kamu bisa melakukan hal ini setelah hujan turun atau bahkan sebelum hujan. untuk Pembajakan tanah sangat tepat bagi tanah dengan struktur yang tidak terlalu keras maupun lembek. Masyarakat agraris di pedesaan seringkali tetap menggunakan metode tradisional dalam membajak sawah, seperti memanfaatkan sapi atau kerbau untuk mengoperasikan alat bajak.Bagi petani modern, pembajakan tanah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pertanian mutakhir seperti traktor. Dua cara itu sebetulnya bagus dilakukan di segala jenis kondisi tanah. Meskipun, penggunaan traktor dalam pembajakan lahan dianggap lebih efisien dan cepat, hal ini dapat memberikan manfaat berupa penghematan waktu dan tenaga bagi para petani.Alat untuk mengubah format.

5.     5. Metode konversi

adalah teknik pengolahan tanah yang mungkin tidak begitu diminati oleh petani. Karena program ini hanya dijalankan setahun sekali untuk daerah ramai dan dua tahun untuk daerah yang sedang ramai. dan Teknik konversi sendiri terbagi menjadi dua bagian yakni olah tanah minimum (OTM) dan olah tanah strip (Strip Tillage).Olah Tanah Minimum (OTM) adalah teknik pengolahan tanah dengan mengurangi frekuensi pengolahan, entah itu dilakukan setiap satu tahun atau dua tahun sekali. Untuk pengolahan tanah strip, pengolahannya hanya dilakukan pada alur yang akan ditanami. Strip atau alur tanaman ini dibentuk sesuai dengan keadaan permukaan tanah. Bagian yang akan diolah adalah barisan yang telah ditanami benih.Begini penjelasan mengenai bagaimana mengelola tanah untuk area pertanian yang bisa Saudara lakukan. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan memperluas pemahaman Anda.